Shiokara, kuliner fermentasi khas Jepang, menawarkan rasa dan aroma ekstrem yang menantang keberanian siapa pun mencobanya.
Shiokara adalah salah satu hidangan paling ekstrem dari Jepang yang jarang dikenal banyak wisatawan. Dengan bahan dasar olahan laut yang difermentasi menggunakan cairan internalnya sendiri, makanan ini menawarkan rasa dan aroma kuat yang menguji keberanian siapapun yang mencoba. Meski kontroversial, shiokara punya tempat penting dalam budaya kuliner Jepang.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Kuliner Ekstrim.
Daftar Isi
Asal-Usul Dan Sejarah Shiokara
Shiokara berasal dari tradisi kuliner Jepang yang memanfaatkan seluruh bagian hasil laut. Dahulu, nelayan menciptakan metode pengawetan unik untuk menyimpan makanan lebih lama. Fermentasi digunakan juga untuk bagian laut yang sulit diolah. Seiring waktu, shiokara menjadi hidangan khas di beberapa wilayah Jepang.
Masyarakat Jepang menghargai shiokara sebagai bagian ritual makanan tradisional. Di masa lalu, shiokara sering disajikan bersama sake atau minuman beralkohol lainnya. Ini membantu menyeimbangkan rasa kuat dan asin pada hidangan tersebut. Banyak yang percaya, shiokara bisa menambah kehangatan tubuh di musim dingin.
Meski begitu, shiokara tidak pernah menjadi hidangan umum di seluruh Jepang. Hanya sebagian kelompok masyarakat yang mengonsumsinya secara rutin. Wisatawan sering menemukan shiokara sebagai “tantangan kuliner” ketika berkunjung ke pasar tradisional atau restoran khas lokal.
Proses Pembuatan Yang Unik Dan Ekstrim
Shiokara dibuat dari daging dan organ laut yang dicampur dengan cairan internalnya, kemudian difermentasi dalam garam. Proses fermentasinya bisa berlangsung beberapa minggu hingga bulan. Fermentasi ini menghasilkan aroma tajam dan rasa sangat asin yang menjadi ciri khasnya.
Bahan yang digunakan bisa berbeda‑beda, tergantung dari jenis laut yang tersedia di daerah setempat. Beberapa versi memakai cumi‑cumi, ikan kecil, atau kerang. Namun yang paling populer adalah shiokara cumi, karena teksturnya lebih lembut dan rasanya relatif lebih bisa diterima.
Penggunaan garam sebagai pengawet alami menghasilkan tekstur yang agak lengket. Lemak laut bercampur dengan bumbu kuat membuat sensasi rasa yang intens. Bagi sebagian orang, ini adalah pengalaman kuliner tak terlupakan.
Baca Juga: Pakasam Sensasi Fermentasi Ekstrem Indonesia yang Menantang Lidah
Rasa Dan Sensasi Yang Menguji Keberanian
Shiokara terkenal dengan aroma tajam yang kuat dan rasa asin tinggi. Ketika pertama kali dicoba, banyak orang terkejut dengan intensitas rasanya. Ada yang menganggapnya lezat, sementara lainnya merasa terlalu ekstrem.
Rasa shiokara sering digambarkan sebagai perpaduan umami pekat dengan sensasi gurih asin. Karena fermentasi lamanya, teksturnya bisa agak berlendir, membuat pengalaman makan semakin menantang. Tidak heran banyak wisatawan menyandingkannya dengan alkohol.
Bagi penggemar kuliner ekstrem, shiokara menjadi simbol keberanian. Tantangan utamanya bukan hanya rasa, tetapi aroma dan tekstur yang tidak biasa. Banyak yang mencoba sekali lalu tidak kembali lagi.
Tempat Menikmati Shiokara di Jepang
Jika kamu ingin mencoba shiokara, tempat terbaik adalah pasar tradisional Jepang atau izakaya lokal. Di kota pesisir seperti Hakodate, shiokara tersedia dalam variasi unik. Toko makanan lokal sering menyajikannya sebagai camilan khas.
Beberapa restoran sushi atau izakaya juga menyajikan shiokara sebagai hidangan pelengkap bersama sake. Cara ini membantu menyeimbangkan intensitas rasa, sehingga pengalaman kuliner menjadi lebih menyenangkan.
Banyak festival makanan di Jepang juga menampilkan shiokara sebagai bagian dari budaya kuliner tradisional. Wisata kuliner ekstrem sering memasukkan shiokara sebagai tantangan wajib dicoba.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua kuliner ekstrim di dunia lainnya hanya di Kuliner Ekstrim.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari id.wikipedia.org
- Gambar Kedua dari zojirushi.com
