Kiviak adalah makanan tradisional ekstrem dari Greenland yang terbuat dari burung laut kecil yang difermentasi di dalam kulit anjing laut.
Makanan ini telah menjadi bagian dari budaya Inuit selama berabad-abad, terutama sebagai cara untuk bertahan hidup selama musim dingin yang panjang dan keras. Meskipun bagi sebagian orang terdengar menjijikkan, kiviak memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam bagi masyarakat Greenland. Kuliner Ekstrim akan membahas secara mendalam tentang kiviak, mulai dari sejarah, cara pembuatan, rasa, hingga signifikansi budayanya.
Daftar Isi
Kiviak Sebagai Warisan Kuliner Ekstrem Greenland
Greenland, dengan iklimnya yang keras dan sumber daya yang terbatas, telah menghasilkan berbagai metode unik untuk mengawetkan makanan. Salah satu yang paling terkenal adalah kiviak, hidangan yang terbuat dari sekitar 300 hingga 500 burung auk kecil yang difermentasi di dalam kulit anjing laut.
Kiviak bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga cerminan dari kearifan lokal dan kemampuan masyarakat Inuit untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem.
Sejarah Panjang dan Asal-Usul Kiviak
Kiviak muncul sebagai solusi untuk masalah pengawetan makanan di Greenland sebelum adanya teknologi modern seperti lemari es. Masyarakat Inuit memanfaatkan fermentasi, sebuah proses yang menciptakan lingkungan anaerobik untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya, untuk menyimpan makanan selama berbulan-bulan tanpa khawatir akan pembusukan.
Hidangan ini terbuat dari burung auk kecil (Alle alle), burung laut yang bermigrasi dalam jumlah besar ke Greenland selama musim panas. Tradisi ini sangat populer di kalangan Inuit Greenland timur, dan sering dikonsumsi selama perayaan, terutama di musim dingin ketika sumber makanan lain langka
Proses Pembuatan Kiviak
Membuat kiviak adalah perpaduan antara seni dan sains, yang diwariskan dari generasi ke generasi di komunitas pesisir Greenland. Prosesnya melibatkan beberapa langkah penting:
- Bahan-bahan: Bahan utama adalah anjing laut dan sekitar 300 hingga 500 burung auk kecil. Burung auk ditangkap dalam jumlah besar ketika mereka datang ke darat untuk berkembang biak. Setelah ditangkap, burung-burung tersebut dibiarkan utuh, dengan bulu, paruh, dan cakar utuh, hanya ususnya yang dibuang.
- Pengisian Anjing Laut: Setelah anjing laut diburu dan disiapkan, rongga tubuhnya dilubangi untuk memberi ruang bagi burung auk kecil. Burung-burung auk yang mati dimasukkan ke dalam kulit anjing laut yang berlemak, yang dijahit rapat. Biasanya dengan paruh burung menghadap ke luar untuk meminimalkan tusukan pada kulit anjing laut selama proses fermentasi.
- Penguburan dan Fermentasi: Setelah anjing laut diisi dengan burung auk, biasanya dikubur di bawah tumpukan batu, menciptakan lingkungan yang sejuk dan stabil untuk fermentasi. Di Greenland timur, di mana suhu tetap rendah hampir sepanjang tahun, anjing laut dibiarkan berfermentasi selama tiga hingga 18 bulan, meskipun enam hingga delapan bulan dianggap ideal untuk rasa dan tekstur terbaik.
Selama waktu ini, burung auk berfermentasi dalam jus mereka sendiri di dalam anjing laut yang kedap udara. Perlahan-lahan membusuk dan menciptakan aroma dan rasa yang kuat dan tajam yang mendefinisikan kiviak.
Merasakan Sensasi Menyantap Kiviak
Bagi banyak orang, gagasan untuk memakan burung yang difermentasi mentah-mentah lengkap dengan bulu dan tulang adalah hal yang menakutkan. Namun, di kalangan Inuit, kiviak adalah hidangan lezat yang dihormati, dengan profil rasa yang digambarkan kaya, seperti daging buruan, dan sangat umami, bahkan seperti keju yang sangat matang.
Ketika anjing laut dibuka setelah berbulan-bulan fermentasi, burung auk biasanya dimakan utuh, dengan bulu dan semuanya. Dagingnya empuk, dan tulangnya telah melunak hingga dapat dikunyah dan ditelan dengan mudah.
Rasanya kuat, sering dibandingkan dengan keju biru yang sangat kuat, meskipun beberapa orang mungkin merasa rasa itu sulit untuk dijelaskan karena sangat unik. Aroma kiviak bisa sangat kuat, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan makanan yang difermentasi kuat.
Seperti banyak hidangan fermentasi, aroma adalah bagian dari pengalaman, tetapi itu bukan untuk orang yang lemah hati. Beberapa orang membandingkan baunya dengan daging busuk, yang mungkin menjadi alasan mengapa kiviak sering dianggap sebagai hidangan lezat yang menantang untuk dihargai oleh orang luar.
Baca Juga: Acar Kaki Babi: Makanan Ekstrem Amerika Dengan Sejarah Kaya
Apakah Kiviak di Greenland Terancam?
Meskipun memiliki akar budaya yang dalam, kiviak berisiko menjadi kurang umum di kalangan Inuit Greenland. Beberapa faktor berkontribusi pada perubahan ini, termasuk perubahan iklim, pendinginan modern, dan perubahan gaya hidup. Kenaikan suhu global mengancam tradisi ini karena suhu yang lebih hangat dapat menyebabkan pembusukan lebih cepat dan pertumbuhan bakteri berbahaya.
Seiring dengan semakin hangatnya Arktik, beberapa Inuit khawatir bahwa kemampuan mereka untuk memproduksi kiviak dengan aman dapat terganggu. Seiring Greenland menjadi lebih terhubung dengan seluruh dunia, diet tradisional perlahan-lahan digantikan oleh pilihan makanan yang lebih modern dan nyaman.
Generasi muda mungkin kurang tertarik pada metode persiapan makanan yang padat karya dan “ketinggalan zaman”, memilih makanan kemasan dan beku serta makanan mentah impor. Namun, kiviak masih dianggap sebagai simbol identitas Inuit Greenland, dan upaya sedang dilakukan untuk melestarikan tradisi ini untuk generasi mendatang.
Perbandingan Kiviak Dengan Makanan Fermentasi Lain
Meskipun kiviak mungkin tampak unik dalam penggunaan burung dan anjing laut. Ia memiliki kesamaan dengan makanan fermentasi lain di seluruh dunia. Fermentasi telah lama digunakan sebagai sarana untuk mengawetkan makanan, terutama di iklim yang keras di mana makanan segar tidak selalu tersedia.
Beberapa contoh makanan fermentasi lainnya termasuk hákarl di Islandia, surströmming di Swedia, dan kimchi di Korea. Makanan-makanan ini, seperti kiviak, adalah bagian penting dari budaya lokal dan menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan lingkungan mereka.
Kiviak Lebih Dari Sekadar Makanan
Bagi masyarakat Inuit, kiviak lebih dari sekadar makanan, ini adalah bagian penting dari warisan budaya dan sejarah makanan mereka. Menyantap kiviak sering kali disediakan untuk acara-acara khusus, seperti pernikahan, ulang tahun, dan hari libur seperti Natal.
Perayaan ini menyatukan keluarga dan komunitas, dan berbagi kiviak selama acara-acara ini adalah cara untuk menghormati tradisi dan sejarah Inuit. Bagi Inuit Greenland, kiviak melambangkan ketahanan, kelangsungan hidup, dan pentingnya kehidupan komunal.
Proses menyiapkan dan berbagi kiviak adalah upaya kolektif, dengan anggota komunitas terlibat dalam berburu, menyiapkan, dan memfermentasi hidangan. Ikatan sosial yang tercipta melalui kerja komunal ini merupakan bagian integral dari kehidupan Inuit, di mana kerja sama sangat penting untuk kelangsungan hidup di lingkungan yang menantang.
Terima kasih buat kalian yang telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, dengan suport dari kalian kami akan lebih semangat untuk memberikan informasi menarik lainnya mengenai Kuliner Ekstrim yang ada di penjuru dunia. Jangan lupa mampir kembali ya guys!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari disgustingfoodmuseum.com