Sate biawak merupakan salah satu kuliner ekstrem yang semakin populer di Indonesia, dengan sensari kuliner Ekstrim yang menggugah selera.
Salah satu makanan yang tergolong ekstrem namun semakin banyak peminatnya adalah sate biawak. Meski terdengar tidak biasa, sate biawak menawarkan sensasi rasa yang unik serta memiliki berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat.
Apa sebenarnya yang membuat sate biawak begitu menarik? Mengapa banyak orang tertarik mencoba kuliner ekstrem ini? Dibawah Ini Kuliner Ekstrim akan membahas telusuri lebih dalam tentang sate biawak, mulai dari sejarah, cara pengolahan, manfaat kesehatan, hingga kontroversi di balik makanan ekstrem ini.
Daftar Isi
Sejarah dan Asal-usul Sate Biawak
Sate biawak bukanlah makanan baru di Indonesia. Sejak zaman dahulu, beberapa daerah di Indonesia sudah mengonsumsi daging biawak sebagai bagian dari tradisi kuliner mereka. Di beberapa wilayah seperti Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, biawak dianggap sebagai sumber protein alternatif yang mudah didapatkan di alam liar.
Biawak sendiri merupakan reptil dari keluarga Varanidae yang sering ditemukan di hutan, sungai, dan rawa-rawa. Karena jumlahnya yang melimpah dan dianggap sebagai hewan liar yang mudah diburu, masyarakat tradisional sering memanfaatkannya sebagai bahan makanan. Seiring waktu, pengolahan daging biawak menjadi semakin beragam, dan salah satu cara yang paling populer adalah dengan dijadikan sate.
Manfaat Kesehatan Dari Sate Biawak
Selain karena rasa uniknya, banyak orang tertarik mengonsumsi sate biawak karena dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan konsumsi daging biawak:
- Mengobati Penyakit Kulit: Beberapa masyarakat percaya bahwa daging biawak memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit seperti gatal-gatal, eksim, dan alergi.
- Meningkatkan Stamina: Daging biawak juga dianggap dapat meningkatkan stamina dan energi tubuh, sehingga sering dikonsumsi oleh mereka yang ingin meningkatkan daya tahan fisik.
- Mengatasi Asma: Ada kepercayaan bahwa konsumsi sate biawak secara rutin dapat membantu meredakan gejala asma. Namun, manfaat ini masih perlu diteliti lebih lanjut secara ilmiah.
- Sumber Protein yang Tinggi: Daging biawak mengandung protein yang tinggi, sehingga bisa menjadi sumber nutrisi alternatif bagi mereka yang ingin memperkaya asupan protein dalam diet mereka.
Rasa dan Tekstur Sate Biawak
Bagi yang belum pernah mencoba, mungkin akan penasaran dengan rasa sate biawak. Banyak orang yang telah mencicipinya mengatakan bahwa daging biawak memiliki tekstur yang mirip dengan ayam kampung, tetapi lebih kenyal dan sedikit berserat.
Sate biawak juga memiliki rasa gurih yang khas, terutama jika diolah dengan bumbu yang tepat. Proses perendaman dan pembakaran dengan bumbu membuat daging biawak lebih sedap dan tidak terasa aneh di lidah.
Baca Juga: Gurita Mentah – Sensasi Makanan yang Lezat Bagi Korea Selatan
Cara Pengolahan Sate Biawak
Mengolah sate biawak tidak bisa sembarangan. Ada beberapa tahapan penting yang harus dilakukan agar sate ini memiliki rasa yang enak dan tidak berbau amis. Berikut adalah langkah-langkah pengolahan sate biawak yang umum dilakukan:
1. Pemilihan dan Pemotongan Daging
- Biawak yang akan dikonsumsi biasanya dipilih dari ukuran yang cukup besar, sekitar 1 meter lebih. Semakin besar biawak, semakin banyak daging yang bisa diolah.
- Setelah ditangkap, biawak dibersihkan terlebih dahulu, termasuk bagian kulit yang harus dikuliti secara hati-hati.
- Daging biawak kemudian dipotong-potong kecil seperti halnya daging ayam atau kambing untuk sate.
2. Perebusan untuk Menghilangkan Bau Amis
- Daging biawak memiliki aroma khas yang bisa membuat orang enggan untuk mencobanya. Oleh karena itu, sebelum dibumbui, daging biawak biasanya direbus terlebih dahulu.
- Proses perebusan dilakukan dengan menambahkan rempah-rempah seperti jahe, daun salam, dan serai agar bau amisnya berkurang.
3. Perendaman dengan Bumbu Khas
- Setelah direbus, daging biawak direndam dengan bumbu sate khas Indonesia yang biasanya terdiri dari bawang putih, ketumbar, kunyit, garam, dan kecap manis.
- Perendaman ini bertujuan agar bumbu meresap ke dalam daging dan membuat sate semakin lezat.
4. Proses Pembakaran
- Potongan daging biawak yang telah dibumbui kemudian ditusuk menggunakan tusukan sate.
- Sate biawak dibakar di atas bara api hingga matang sempurna. Saat dibakar, sate biawak biasanya diolesi dengan kecap dan tambahan bumbu untuk meningkatkan cita rasa.
5. Penyajian
- Sate biawak biasanya disajikan dengan lontong atau nasi putih, dilengkapi dengan sambal kacang atau sambal kecap agar rasanya semakin nikmat.
Kontroversi & Aspek Etis
Meski memiliki banyak penggemar, konsumsi sate biawak juga menuai kontroversi. Beberapa pihak menganggap bahwa perburuan biawak secara berlebihan dapat mengganggu ekosistem. Selain itu, ada juga kekhawatiran tentang higienitas dan potensi penyakit yang bisa dibawa oleh reptil ini.
Banyak ahli menyarankan agar konsumsi daging biawak tetap diawasi dan dilakukan dengan standar kebersihan yang tinggi. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa biawak yang dikonsumsi berasal dari sumber yang tidak membahayakan kelestarian satwa liar.
Kesimpulan
Sate biawak merupakan salah satu kuliner ekstrem yang semakin populer di Indonesia. Meski terdengar tidak biasa, daging biawak memiliki cita rasa yang unik dan dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan. Namun, konsumsi makanan ini juga harus mempertimbangkan aspek kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Bagi yang penasaran, sate biawak bisa menjadi pengalaman kuliner yang menarik. Namun, pastikan untuk mencobanya di tempat yang terpercaya agar mendapatkan kualitas daging yang higienis dan diolah dengan benar.
Apakah Anda tertarik mencoba sate biawak? Atau justru merasa ragu karena faktor ekstremnya? Kuliner memang soal selera, tetapi pengalaman mencoba sesuatu yang baru selalu menarik, bukan?