Hidangan legendaris Feseekh ini menantang indera penciuman, memicu kontroversi, namun tetap menjadi simbol kebanggaan kuliner tradisional Mesir hingga kini.
Bagi banyak orang, makanan lezat identik dengan aroma sedap dan tampilan menggugah selera. Namun di Mesir, ada hidangan yang justru terkenal karena bau menyengat dan tampilannya yang ekstrem. Makanan itu bernama feseekh, ikan fermentasi yang sering disebut “ikan busuk”. Meski terdengar menjijikkan, feseekh merupakan kuliner tradisional yang sangat dihormati dan dinanti.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Kuliner Ekstrim.
Daftar Isi
Asal-Usul Feseekh Dalam Budaya Mesir
Feseekh bukan makanan baru, melainkan warisan kuliner kuno yang sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Catatan sejarah menunjukkan bahwa praktik mengawetkan ikan dengan garam telah dilakukan ribuan tahun lalu sebagai cara mempertahankan pasokan pangan. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi feseekh yang dikenal saat ini.
Hidangan ini umumnya dikonsumsi saat perayaan Sham el-Nessim, festival musim semi yang dirayakan secara nasional. Pada momen ini, keluarga Mesir berkumpul dan menyantap feseekh bersama sebagai simbol kehidupan, kesuburan, dan pembaruan alam. Makanan ini bukan sekadar santapan, tetapi bagian dari ritual budaya.
Karena nilai historisnya, feseekh dianggap sebagai simbol identitas kuliner Mesir. Meski generasi muda mulai terpecah pendapat tentang kelezatannya, tradisi menyantap feseekh tetap bertahan dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Proses Fermentasi Yang Ekstrem Dan Berisiko
Feseekh biasanya dibuat dari ikan mullet yang difermentasi secara alami. Ikan dibersihkan, dikeringkan, lalu dilumuri garam dalam jumlah besar sebelum disimpan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Proses ini menghasilkan aroma tajam yang sangat kuat dan tekstur ikan yang lunak.
Fermentasi inilah yang membuat feseekh dianggap ekstrem. Jika proses penggaraman atau penyimpanan tidak dilakukan dengan benar, ikan dapat menghasilkan racun berbahaya. Karena itu, pembuatan feseekh sering dilakukan oleh pembuat berpengalaman yang telah mempelajari tekniknya selama bertahun-tahun.
Pemerintah Mesir bahkan rutin mengeluarkan peringatan kesehatan menjelang festival Sham el-Nessim. Meski demikian, permintaan feseekh tetap tinggi, menunjukkan betapa kuatnya ikatan masyarakat Mesir dengan makanan tradisional ini.
Baca Juga: Berani Coba? Hongeo, Ikan Fermentasi Korea dengan Aroma Super Tajam
Aroma Menyengat Dan Rasa Yang Tak Terlupakan
Hal pertama yang mengejutkan dari feseekh adalah aromanya. Bau amis yang sangat kuat sering kali membuat orang asing mundur sebelum mencicipinya. Namun bagi penggemarnya, aroma tersebut justru menjadi ciri khas yang membangkitkan selera dan nostalgia.
Saat dimakan, feseekh biasanya disajikan dengan roti, bawang, cabai, dan perasan lemon. Kombinasi ini membantu menyeimbangkan rasa asin yang ekstrem dan aroma fermentasi yang tajam. Rasanya sangat intens, asin, dan khas, tidak bisa dibandingkan dengan ikan segar biasa.
Pengalaman menyantap feseekh sering digambarkan sebagai “cinta atau benci”. Banyak orang yang langsung menolak, tetapi ada pula yang justru ketagihan setelah mencoba beberapa kali. Sensasi ekstrem inilah yang membuat feseekh begitu terkenal.
Feseekh di Mata Dunia Kuliner
Di luar Mesir, feseekh sering masuk dalam daftar makanan paling ekstrem atau paling berbau di dunia. Wisatawan kuliner yang menyukai tantangan menjadikan feseekh sebagai pengalaman wajib saat berkunjung ke Mesir. Mencicipinya dianggap sebagai bentuk keberanian gastronomi.
Namun, para ahli kuliner menilai feseekh sebagai contoh penting dari teknik fermentasi tradisional. Jika dibuat dengan benar, makanan ini mencerminkan pengetahuan lokal tentang pengawetan dan pemanfaatan sumber daya alam secara efektif.
Pada akhirnya, feseekh membuktikan bahwa standar “lezat” sangat bergantung pada budaya. Apa yang dianggap menjijikkan oleh satu orang bisa menjadi hidangan istimewa bagi orang lain. Feseekh bukan sekadar ikan fermentasi, melainkan cerita panjang tentang sejarah, tradisi, dan identitas Mesir.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua kuliner ekstrim di dunia lainnya hanya di Kuliner Ekstrim.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari atlasobscura.com
- Gambar Kedua dari en.wikipedia.org
