Pagpag, makanan ekstrem khas Filipina dari sisa makanan, kembali viral karena keunikannya yang membuat banyak orang merinding.
Pagpag adalah kuliner ekstrem dari Filipina yang berasal dari sisa makanan restoran cepat saji atau tempat sampah, lalu diolah kembali menjadi hidangan konsumsi. Meski terdengar tidak lazim, pagpag menjadi bagian dari kehidupan masyarakat miskin perkotaan sebagai cara bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.
Berikut ini Kuliner Ekstrim akan membahas pagpag dari Filipina, makanan unik berbahan sisa yang mengejutkan sekaligus menarik untuk diketahui.
Daftar Isi
Asal-Usul dan Makna Pagpag
Pagpag berasal dari bahasa Tagalog yang berarti “mengibaskan debu” atau membersihkan kotoran, yang merujuk pada proses awal pengolahan makanan sisa sebelum diolah kembali. Istilah ini menggambarkan tindakan membersihkan makanan dari sisa-sisa yang tidak diinginkan sebelum dimasak ulang.
Dalam praktiknya, pagpag biasanya berasal dari sisa ayam goreng atau makanan lain yang masih bisa dimanfaatkan dari restoran cepat saji. Makanan tersebut kemudian dipilih kembali agar bagian yang masih layak dapat diolah.
Seiring waktu, istilah pagpag berkembang menjadi sebutan untuk makanan hasil olahan ulang tersebut, bukan hanya sekadar proses pembersihannya. Hal ini menunjukkan bagaimana budaya bertahan hidup membentuk istilah dalam kehidupan sehari-hari.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Proses Pengolahan Yang Tidak Biasa
Proses pembuatan pagpag dimulai dari pengumpulan sisa makanan oleh pemulung di tempat sampah atau sekitar restoran cepat saji. Makanan yang masih dianggap layak kemudian dipisahkan dari bagian yang kotor atau rusak.
Setelah itu, makanan dicuci berulang kali untuk mengurangi kotoran dan bau tidak sedap yang menempel. Beberapa proses bahkan melibatkan perebusan atau penggorengan ulang agar terlihat lebih layak konsumsi.
Tahap akhir adalah penambahan bumbu dan proses memasak kembali agar rasa makanan menjadi lebih enak. Hasil akhirnya kemudian dijual dengan harga sangat murah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Ekstrem! Kuliner Khas Dayak Ini Terbuat Dari Kelelawar
Faktor Ekonomi di Balik Konsumsi Pagpag
Kemunculan pagpag tidak lepas dari kondisi kemiskinan ekstrem yang dialami sebagian masyarakat di Filipina. Banyak keluarga tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan layak setiap hari. Situasi ini membuat pilihan konsumsi mereka menjadi sangat terbatas dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kondisi tersebut, pagpag menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan sumber makanan dengan harga sangat terjangkau. Hal ini menjadikannya bagian dari strategi bertahan hidup masyarakat miskin perkotaan. Bagi sebagian orang, ini menjadi satu-satunya cara untuk mengisi perut di tengah keterbatasan ekonomi.
Fenomena ini juga mencerminkan adanya kesenjangan sosial yang cukup besar di Filipina. Di satu sisi terdapat kelompok masyarakat yang hidup berkecukupan, sementara di sisi lain ada yang bergantung pada makanan sisa. Kondisi ini menunjukkan ketimpangan yang masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah setempat.
Kontroversi dan Pandangan Masyarakat
Pagpag sering menuai kontroversi karena bahan dasarnya berasal dari sisa makanan yang dianggap tidak higienis. Banyak orang dari luar Filipina merasa makanan ini tidak layak dikonsumsi. Hal ini kemudian memicu perdebatan di tingkat internasional mengenai standar makanan dan kemanusiaan.
Namun bagi sebagian masyarakat lokal, pagpag dianggap sebagai penyelamat dalam kondisi sulit. Mereka melihatnya sebagai cara untuk tetap bertahan hidup meskipun dalam keterbatasan. Pandangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan hidup sering kali lebih dominan dibandingkan penilaian eksternal.
Meski demikian, terdapat kekhawatiran mengenai risiko kesehatan akibat proses pengolahan yang tidak selalu higienis. Hal ini membuat pagpag menjadi topik yang terus diperdebatkan antara kebutuhan hidup dan standar kesehatan. Oleh karena itu, edukasi mengenai keamanan pangan menjadi hal yang sangat penting di komunitas tersebut.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua kuliner ekstrim di dunia lainnya hanya di Kuliner Ekstrim.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com
