Fried guinea pig adalah kuliner ekstrem khas Andes yang sarat sejarah, nilai budaya, dan cita rasa unik kontroversial daya tarik wisata.
Bagi sebagian orang, guinea pig atau marmut dikenal sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Namun di beberapa wilayah Amerika Selatan, khususnya Peru dan Ekuador, hewan ini justru menjadi sajian kuliner ekstrem yang sudah dikonsumsi sejak ratusan tahun lalu. Hidangan tersebut dikenal dengan nama Fried Guinea Pig atau Cuy Frito.
Kuliner ini sering membuat wisatawan terkejut, bahkan merasa ngeri. Bayangan menyantap hewan yang biasanya dipelihara di rumah tentu bukan hal yang mudah diterima. Meski begitu, bagi masyarakat lokal, fried guinea pig adalah makanan tradisional bernilai budaya tinggi.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Kuliner Ekstrim.
Daftar Isi
Asal-Usul Fried Guinea Pig
Fried guinea pig berasal dari wilayah Pegunungan Andes dan telah dikonsumsi sejak zaman peradaban Inca. Pada masa itu, guinea pig bukan hanya hewan peliharaan, tetapi juga sumber protein utama bagi masyarakat setempat.
Kondisi geografis Andes yang dingin dan berbukit membuat peternakan hewan besar sulit dilakukan. Guinea pig menjadi solusi ideal karena mudah diternakkan, cepat berkembang biak, dan tidak membutuhkan lahan luas.
Hingga kini, tradisi mengonsumsi guinea pig tetap dipertahankan, terutama pada acara adat, perayaan keluarga, dan festival budaya. Bagi masyarakat lokal, makanan ini bukan hal aneh, melainkan simbol warisan leluhur.
Proses Pengolahan Yang Unik
Sebelum digoreng, guinea pig biasanya dibersihkan dan dibumbui dengan rempah khas Andes. Bumbu yang digunakan antara lain bawang putih, jintan, ketumbar, dan garam. Proses marinasi ini bertujuan menghilangkan bau serta memperkaya rasa daging.
Setelah dimarinasi, guinea pig digoreng utuh hingga kulitnya kering dan renyah. Teknik menggoreng ini menghasilkan tekstur garing di luar namun tetap lembut di bagian dalam, mirip ayam goreng tradisional.
Beberapa daerah memilih memanggang guinea pig sebelum digoreng agar lemaknya berkurang. Metode ini dipercaya menghasilkan rasa yang lebih gurih dan aroma yang menggoda selera.
Baca Juga: Berani Coba? Feseekh, Ikan Busuk Mesir Yang Bau Menyengat Tapi Dipuja Warga Lokal
Cita Rasa dan Tekstur Daging
Bagi yang pernah mencicipinya, rasa fried guinea pig sering dibandingkan dengan perpaduan ayam dan kelinci. Dagingnya memiliki serat halus dengan cita rasa gurih alami yang cukup kuat.
Bagian kulit menjadi daya tarik utama karena teksturnya sangat renyah. Inilah alasan mengapa hidangan ini disajikan utuh, agar sensasi kriuk bisa dinikmati secara maksimal.
Meski tampak ekstrem, banyak wisatawan mengaku terkejut karena rasanya jauh lebih enak dari yang dibayangkan. Faktor psikologis sering kali menjadi tantangan terbesar sebelum mencicipinya.
Nilai Gizi dan Kepercayaan Lokal
Guinea pig dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan daging sapi atau babi. Karena itu, makanan ini dianggap sebagai sumber nutrisi yang baik oleh masyarakat Andes.
Dalam kepercayaan lokal, daging guinea pig juga diyakini memiliki manfaat kesehatan. Beberapa orang percaya bahwa konsumsi cuy dapat meningkatkan stamina dan membantu pemulihan tubuh.
Tak hanya itu, guinea pig juga sering digunakan dalam ritual pengobatan tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa hewan ini memiliki peran penting, tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga dalam aspek spiritual dan budaya.
Kontroversi dan Perspektif Wisatawan
Bagi wisatawan asing, fried guinea pig sering memicu kontroversi. Banyak yang merasa dilema antara menghormati budaya lokal dan rasa empati terhadap hewan yang dianggap sebagai peliharaan.
Namun, para pendukung kuliner tradisional menilai bahwa penolakan tersebut bersifat subjektif. Mereka berpendapat bahwa setiap budaya memiliki standar konsumsi yang berbeda, seperti halnya daging sapi, kambing, atau anjing di beberapa negara.
Saat ini, fried guinea pig justru menjadi daya tarik wisata kuliner ekstrem. Banyak turis datang dengan rasa penasaran tinggi, menjadikan hidangan ini sebagai pengalaman unik yang sulit dilupakan.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate yang tentunya terpecaya hanya di Kuliner Ekstrim.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari TreXperience
- Gambar Kedua dari Travel Food Atlas
