Dalam dunia kuliner Jepang modern, ada hidangan ekstrem yang benar-benar menguji batas antara kelezatan dan kejijikan setiap orang.
Shirako, sering disebut dengan eufemisme “milt” atau kantung sperma ikan, adalah salah satu sajian musiman yang paling unik dan kontroversial. Bagi yang belum terbiasa, konsepnya mungkin mengejutkan. Namun, di balik penampilannya yang tidak biasa, tersembunyi cita rasa lembut dan tekstur khas yang dihargai sebagai makanan lezat musim dingin.
Simak berbagai berita dan informasi menarik lainnya yang bisa Anda temukan di seputaran Kuliner Ekstrim.
Daftar Isi
Apa Sebenarnya Shirako Itu?
Shirako adalah istilah bahasa Jepang untuk kantung sperma atau testis ikan jantan, khususnya dari spesies seperti cod (tara), salmon (sake), dan ikan buntal (fugu). Bahan ini dikumpulkan selama musim pemijahan ikan, ketika kantungnya penuh dan berada dalam kondisi terbaik. Nama ‘shirako’ sendiri secara puitis berarti “anak-anak putih”, merujuk pada penampilannya yang putih, lembut, dan seperti krim.
Secara biologis, shirako mengandung nutrisi penting yang dimaksudkan untuk membuahi telur ikan. Inilah mengapa ia kaya akan protein, vitamin, dan mineral seperti zinc. Bagi banyak budaya di luar Jepang, mengonsumsi organ reproduksi mungkin terasa aneh, tetapi prinsipnya mirip dengan mengonsumsi hati atau ginjal hewan lain. Ini adalah bagian dari filosofi “nose-to-tail” yang memanfaatkan seluruh hewan.
Tekstur dan rasa shirako sangat bergantung pada kesegaran dan cara pengolahannya. Dalam kondisi terbaik, teksturnya lembut, creamy, dan sedikit mengental di mulut, seperti puding atau custard laut yang halus. Rasanya sendiri sangat ringan, tidak amis, dengan aroma samar-samar seperti susu atau kacang-kacangan, yang mudah menyerap bumbu pelengkap.
Sejarah Dan Posisi Dalam Budaya Jepang
Sejarah konsumsi shirako di Jepang telah berlangsung lama, didorong oleh prinsip menghormati hasil laut dan menghindari pemborosan. Sebagai negara kepulauan dengan tradisi perikanan kuat, Jepang telah mengembangkan cara untuk mengonsumsi hampir setiap bagian ikan yang dapat dimakan. Shirako dianggap sebagai makanan musiman yang berharga, muncul di menu saat musim dingin.
Di budaya populer, shirako sering menjadi bahan lelucon atau tantangan bagi orang asing karena sifatnya yang tidak biasa. Namun, di kalangan pecinta makanan Jepang, ia dihargai sebagai kyōdo ryōri (makanan lokal) dan hidangan spesial di izakaya (pub Jepang) serta restoran tradisional selama musimnya. Kehadirannya menandakan awal musim dingin yang sejati bagi para penikmatnya.
Penerimaan terhadap shirako bervariasi di dalam Jepang sendiri. Sementara beberapa orang menyukainya, yang lain mungkin memilih untuk menghindari. Namun, tidak dapat disangkal bahwa ia memiliki tempat unik dalam lanskap kuliner Jepang sebagai simbol dari keberanian mencoba dan apresiasi mendalam terhadap hasil alam dalam segala bentuknya.
Baca Juga: Kuliner Ekstrem Fugu, Sensasi Lezat Tapi Mematikan Dari Jepang
Metode Penyajian Yang Beragam
Shirako adalah bahan yang serbaguna dan dapat diolah dengan berbagai cara. Metode paling sederhana dan umum adalah shirako no nuta, yaitu shirako mentah yang disajikan dingin dengan saus miso cuka (sumiso) atau ponzu, sering diberi taburan daun mitsuba atau bawang putih liar. Penyajian ini menonjolkan tekstur lembut dan rasa aslinya.
Cara populer lainnya adalah menggorengnya (shirako karaage) dengan lapisan tepung yang ringan hingga berwarna keemasan. Proses ini memberikan kontras antara kulit luar yang renyah dan bagian dalam yang meleleh. Shirako juga sering dimasak dalam hot pot (nabe), direbus perlahan dengan kuah ringan, atau bahkan dibumbui dan dipanggang (yaki).
Di restoran sushi kelas atas, shirako kadang disajikan sebagai nigiri (sushi genggam), dengan potongan kecil diletakkan di atas nasi yang dibumbui. Setiap metode memasak mengungkapkan sisi berbeda dari bahan ini, dari rasa segar dan creamy saat mentah hingga rasa gurih dan hangat saat dimasak.
Tips Untuk Mencoba Pertama Kali
Bagi yang penasaran, kunci menikmati shirako adalah mengesampingkan prasangka. Ingatlah bahwa banyak makanan lezat dunia seperti keju, kopi luwak, atau durian, memiliki asal-usul atau aroma yang tidak biasa. Pendekatannya dengan pikiran terbuka dan rasa ingin tahu, bukan dengan rasa jijik.
Carilah restoran Jepang otentik dengan reputasi baik selama musim dingin. Koki yang berpengalaman tahu bagaimana memilih shirako terbaik dan menyajikannya dengan cara yang paling bisa diterima. Mulailah dengan porsi kecil, mungkin dalam bentuk gorengan (karaage) atau dalam hot pot, di mana teksturnya lebih mudah diterima dibandingkan versi mentah.
Fokuslah pada sensasi di mulut dan rasa halusnya, bukan pada asalnya. Apresiasi nilai budayanya sebagai bagian dari tradisi kuliner yang berkelanjutan dan menghargai sumber daya. Jika akhirnya Anda tidak menyukainya, itu adalah bagian dari petualangan kuliner. Namun, Anda mungkin akan terkejut menemukan kelezatan yang tak terduga di dalamnya.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua kuliner ekstrim di dunia lainnya hanya di Kuliner Ekstrim.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ohayojepang.kompas.com
- Gambar Kedua dari garapmedia.com
