Praktik konsumsi daging anjing di Nigeria menyimpan sejarah, budaya, kontroversi, dan realitas ekstrem yang jarang diketahui publik global.

Kuliner ekstrem selalu memantik rasa penasaran, terutama ketika menyentuh batas budaya dan etika. Salah satu yang kerap menjadi perbincangan global adalah konsumsi daging anjing atau dog meat di Nigeria. Praktik ini bukan sekadar soal makanan, melainkan berkaitan erat dengan tradisi, kepercayaan, ekonomi, hingga kontroversi modern yang terus berkembang.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Kuliner Ekstrim.
Daftar Isi
Tradisi Kuliner Dog Meat di Nigeria
Di beberapa wilayah Nigeria, terutama di negara bagian seperti Cross River, Plateau, dan Akwa Ibom, daging anjing telah lama dikonsumsi sebagai bagian dari tradisi lokal. Masyarakat setempat tidak menganggapnya tabu, melainkan sebagai sumber protein yang sah dan bernilai budaya.
Dog meat sering disajikan dalam acara adat, perayaan komunitas, atau ritual tertentu. Dalam konteks ini, konsumsi daging anjing dipandang sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang telah diwariskan turun-temurun.
Bagi sebagian suku, daging anjing dipercaya memiliki khasiat khusus. Ada keyakinan bahwa konsumsi dog meat dapat meningkatkan stamina, keberanian, bahkan vitalitas pria, sehingga menjadikannya makanan yang memiliki nilai lebih dari sekadar santapan sehari-hari.
Proses Pengolahan Dan Penyajian Yang Unik
Pengolahan daging anjing di Nigeria dilakukan dengan teknik tradisional yang khas. Anjing biasanya disembelih, dibersihkan, lalu dipanggang atau direbus dengan bumbu rempah lokal yang kuat dan pedas. Proses ini bertujuan menghilangkan bau amis dan memperkaya cita rasa.
Salah satu hidangan populer adalah sup daging anjing yang dimasak lama hingga empuk. Rempah seperti cabai, jahe, bawang, dan daun aromatik lokal digunakan untuk menciptakan rasa yang tajam dan menggugah selera.
Di pasar-pasar tradisional, dog meat dijual secara terbuka, baik mentah maupun sudah matang. Warung khusus bahkan menyediakan menu ini sebagai sajian utama, terutama bagi pelanggan setia yang meyakini kelezatan dan manfaatnya.
Baca Juga:Sensasi Gurih Rempeyek Laron yang Bikin Lidah Bergoyang
Kontroversi Etika Dan Sorotan Global

Di luar Nigeria, konsumsi daging anjing memicu kontroversi besar. Banyak pihak internasional menganggap praktik ini melanggar etika dan hak hewan, terutama karena anjing dipandang sebagai hewan peliharaan dan sahabat manusia.
Organisasi kesejahteraan hewan kerap mengkritik metode penangkapan dan penyembelihan anjing yang dinilai tidak manusiawi. Tekanan global ini semakin meningkat seiring berkembangnya kampanye perlindungan hewan di Afrika.
Namun, masyarakat lokal sering menilai kritik tersebut sebagai bentuk ketidaksensitifan budaya. Mereka berargumen bahwa standar moral Barat tidak selalu relevan untuk menilai praktik tradisional yang telah lama mengakar dalam kehidupan mereka.
Perubahan Zaman Dan Masa Depan Dog Meat
Seiring urbanisasi dan pengaruh globalisasi, konsumsi dog meat di Nigeria mulai mengalami penurunan, terutama di kalangan generasi muda perkotaan. Banyak anak muda yang kini memandang anjing sebagai hewan peliharaan, bukan sumber pangan.
Pemerintah daerah di beberapa wilayah juga mulai membahas regulasi terkait perdagangan daging anjing, meski belum ada larangan nasional yang tegas. Faktor kesehatan dan citra internasional menjadi pertimbangan utama.
Masa depan kuliner ekstrem ini berada di persimpangan antara pelestarian budaya dan tuntutan etika modern. Apakah dog meat akan bertahan sebagai tradisi, atau perlahan menghilang, masih menjadi perdebatan panjang di Nigeria.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua kuliner ekstrim di dunia lainnya hanya di Kuliner Ekstrim.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari youtube.com
- Gambar Kedua dari naturenews.africa
